Tampilkan postingan dengan label Materi Kuliah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Materi Kuliah. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 Juni 2010

Pendekatan Materi dan Pembelajaran IPS

A. Pengertian Pendekatan
Pendekatan adalah cara memandang sesuatu berdasarkan teori, rumus, dalil atau kultur. Pendekatan pembelajaran dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginspirasi, menguatkan dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoritis tertentu.
B. Jenis-jenis Pendekatan dalam IPS
1. Pendekatan Penyajian Materi IPS dalam Kurikulum
Pendekatan penyajian materi IPS dalm kurikulum terdiri dari 6 macam pendekatan, yaitu:
a. Pendekatan Integrated
Pada pendekatan integrated, materi IPS disajikan secara terpadu sehingga tidak tampak lagi warna atau ciri-ciri khas disiplin ilmu-ilmu sosial yang mendukungnya (seperti ekonomi, geografi, antropologi, psikologi, sosiologi dan sejarah) melainkan menjadi satu kesatuan konsep dalam suatu topik atau pokok bahasan yang sedang diajarkan oleh seorang guru di dalam kelas.
b. Pendekatan Flug – In
Pendekatan kurikulum flug-in merupakan salah satu pendekatan yang seolah-olah terpadu (terintegrasi) namun dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas masih terpisah, hanya payung mata pelajaran yang sama yaitu Ilmu Pengetahuan Sosial. Pendekatan flug-in boleh dikatakan suatu mata pelajaran yang terdiri dari berbagai materi namun dalam pelaksanaan pembelajaran tetap terpisah.
c. Pendekatan Spiral
Kurikulum yang disusun dengan menggunakan pendekatan spiral adalah materi yang dituangkan dalam kurikulum tersebut dimulai dari lingkungan yang dekat dan lebih sempit menuju kepada lingkungan yang lebih jauh dan luas serta makin lama makin mendalam sehingga materi pelajaran yang telah diberikan guru kepada siswa benar-benar menjadi milik siswa dan tahan lama dalam benak anak, karena adanya pengulangan materi dan memiliki kaitan yang logis antara materi pelajaran yang telah diberikan sebelumnya dengan materi yang disajikan. Pendekatan kurikulum seperti ini sangat mementingkan apresiasi sebelum pembelajaran dimulai, yaitu mengaitkan yang lalu dengan materi yang akan diberikan.
d. Pendekatan Expanding Community Approach (ECA)
Pendekatan ECA merupakan pendekatan kurikulum IPS di mana pengorganisasian materi pelajaran menggunakan pendekatan kemasyarakatan yagn meluas, yakni dimulai dari hal-hal yang lebih jauh (global). Sepintas kelihatan sama dengan pendekatan spiral, namun berbeda konsep dan pelaksanaannya. Pada ECA ini tidak tampak adanya pengulangan materi sebelum masuk ke materi selanjutnya.
e. Pendekatan Flash – Back
Pendekatan kurikulum ini digunakan dalam pelajaran sejarah, di mana penyajian materinya dimulai dari masa sekarang (saat kini) menuju kepada masa yang jauh terdahulu (mundur ke belakang). Saat ini pendekatan Flash – Back tidak digunakan lagi, yang digunakan adalah pendekatan periodisasi yang maju ke depan.
f. Pendekatan Periodisasi
Periodisasi berasal dari kata periode yang berarti tonggak atau masa tertentu. Pendekatan ini juga berlaku untuk pelajaran sejarah, di mana penyajian materi sejarah dalam kurikulum dimulai dari masa kini menuju kepada masa lalu berdasarkan periode-periode atau tonggak-tonggak sejarah tertentu, sehingga setiap periode sejarah diuraikan secara tuntas, baru masuk ke periode yang lain (sesudah).
2. Pendekatan Pembelajaran IPS dalam KBM
Pendekatan pembelajaran IPS yang dilakukan guru di dalam kelas terdiri dari dua macam pendekatan, yaitu:

a. Pendekatan Pembelajaran Tradisional
Pendekatan tradisional adalah sebuah pendekatan pembelajaran di mana guru di dalam kelas menggunakan metode mengajar yang relatif tetap (monoton) setiap kali mengajar IPS. Guru terkesan lebih aktif daripada siswa. Gurulah yang memegang peranan penting dalam pembelajaran. Pendekatan pembelajaran ini kurang menggunakan alat atau media yang memadai sehingga hasil belajar siswa kurang luas dan mendalam, malahan cenderung verbalistis.
Ciri-ciri pendekatan pembelajaran tradisional adalah sebagai berikut:
1. Guru cenderung hanya menyampaikan informasi yang bersifat fakta dan kurang memberikan permasalahan dalam proses pembelajaran.
2. Interaksi yang terjadi antara guru dengan siswa lebih bersifat satu arah (hanya dari guru kepada siswa).
3. Dalam proses pembelajaran guru kerap memberikan indoktrinasi kepada siswa juga kurang memberikan kesempatan berpikir kritis dan kreatif.
4. Materi pembelajaran yang disampaikan lebih cenderung bersifat kognitif (pengetahuan) saja, kurang memberikan materi yang bersifat afektif dan psikomotor.
5. Stategi, metode dan teknik pembelajaran yang digunakan guru cenderung bersifat tunggal dan monoton.
6. Dalam pembelajaran kurang menampakkan kadar CBSA yang tinggi.
7. Penilaian lebih banyak menggunakan teknik tes, baik tertulis maupun lisan, kurang menggunakan tes perbuatan (perilaku).
b. Pendekatan Inkuiri dan Discoveri
Pendekatan inkuiri dan discoveri merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang menuntut siswa untuk mencari dan menemukan sendiri sesuatu yang baru sebagai hasil belajar. Inkuiri dan discoveri merupakan dua pendekatan yang satu sama lain tak dapat dipisahkan. Pendekatan ini akan memberikan suasana dan iklim belajar yang lebih aktif kepada para siswa. Proses pembelajaran lebih didominasi oleh aktivitas siswa. Guru hanya bertindak sebagai motivator dan fasilitator saja. Pendekatan ini lebih berpusat kepada siswa (student centris).
Pendekatan inkuiri dan discoveri memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1. Dalam proses pembelajaran, guru lebih banyak memberikan permasalahan kepada siswa untuk dianalisa dan kemudian mencari beberapa alternatif pemecahannya.
2. Interaksi dan komunikasi yang terjadi antara guru dan siswa lebih bersifat multi arah (guru-siswa, siswa-guru, siswa-siswa).
3. Dalam proses pembelajaran, guru lebih banyak memberi kesempatan siswa untuk aktif berfikir secara kritis dan ilmiah.
4. Guru tidak hanya menyampaikan materi pelajaran yang bersifat fakta melainkan juga menanam sikap dan melatih keterampilan praktis kepada siswa.
5. Strategi, metode dan teknik pembelajaran yang digunakan lebih variatif (tidak monoton).
6. Dalam pembelajaran lebih cenderung memperlihatkan kadar CBSA yang tinggi.
Inkuiri memberi makna yang cukup tinggi bagi siswa. Siswa merasa dihargai eksistensinya sebagai manusia yang sedang belajar. Siswa akan merasa percaya diri apabila berhasil mengungkapkan dan menemukan sesuatu dalam belajar.
(materi Pendidikan IPS SD, Dosen : Bpk. Sumardi, M.Pd, UPI Kampus Tasikmalaya 2010)

Sabtu, 12 Juni 2010

Klasifikasi Bilangan

KLASIFIKASI BILANGAN

Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan, konsep bilangan yang dulu dikenal dengan sangat sederhana kini telah mengalami perluasan. Bila kita menyusun kembali sejarah bilangan, maka bilangan asli merupakan bilangan yang pertama kali dikenal. Namun dengan mengenal bilangan asli saja belum cukup, oleh karena itu diperluaslah konsep bilangan tersebut sehingga terdapat beberapa jenis bilangan. 





1. Himpunan bilangan asli
Himpunan bilangan asli mempunyai unsur-unsur, yaitu A = {1, 2, 3 4, 5, 6, ...}. Kita dapat mendefinisikannya sebagai himpunan bilangan bulat positif tidak termasuk nol. Dapat pula dikatakan bahwa bilangan asli adalah bilangan yang dimulai dari satu. Di dalam bilangan asli ada yang disebut bilangan genap yaitu, bilangan yang habis di bagi dua seperti 2, 4, 6, 8, dll. Sedangkan bilangan ganjil yaitu, bilangan ganjil bilangan yang jika dibagi dua hasilnya sisa satu seperti 1, 3, 5, 7, 9, dll.
Operasi bilangan asli yaitu penjumlahan dan perkalian.

a. Penjumlahan
Tertutup
Jika ada a dan b A, maka a + b = c, c A
Komutatif (pertukaran)
a + b = b + a
Asosiatif (pengelompokkan)
a + b + c = (a + b) + c = a + (b+c)= (a +c) +b

b. Perkalian
• Tertutup
jika ada a, b A, maka a b= c, c A
• Komutatif
a b = b a
• Asosiatif
a b c = (a b) c
= a (b c )
= (a c) b
Distributif (penyebaran)
a (b + c) = (a b) +(a c)
• Unsur satuan
a b = b a=a
b= 1

2. Himpunan bilangan cacah
Himpunan bilangan cacah mempunyai unsur-unsur, yaitu C = {0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, ...}. Kita dapat mendefinisikannya sebagai himpunan bilangan bulat yang dimulai dari nol.
Operasi dalam bilangan cacah yaitu penjumlahan dan perkalian.

a. Penjumlahan
Tertutup
Jika ada a dan b C, maka a + b = c, c C
Komutatif (pertukaran)
a + b = b + a
Asosiatif (pengelompokkan)
a + b + c = (a + b) + c = a + (b+c)= (a +c) +b
• Ada unsur satuan/ identitas
• a + b = b + a=a
b = 0

b. Perkalian
tertutup
jika ada a, b C, maka a b= c, c C
• komutatif
a b = b a
asosiatif
a b c = (a b) c
= a (b c )
= (a c) b
• distributif (penyebaran)
a (b + c) = (a b) +(a c)
• unsur satuan
a b = b a=a
b= 1

3. Himpunan Bilangan Bulat
Bilangan bulat adalah bilangan bukan pecahan yang terdiri dari bilangan :
• Bulat positif : (1, 2, 3, 4, 5, …)
• Nol : 0
• Bulat Negatif : ( …,-5,-4,-3,-2,-1)

Himpunan bilangan bulat dinyatakan dengan B = {…, -4, -3, -2, -1, 0, 1, 2, 3, 4, …}
bilangan bulat negatif, bilangan bulat positif, bilangan nol

Di dalam setiap bilangan bulat mempunyai masing-masing satu lawan bilangan bulat. Kedua bilangan bulat dikatakan berlawanan apabila kedua bilangan tersebut dijumlahkan hasilnya adalah 0 (nol). (contoh: 10+ (-10) = 0).
10 lawan dari -10 atau -10 lawan dari 10
5 lawan dari -5 atau -5 lawan dari 5
1 lawan dari -1 atau -1 lawan dari 1

Operasi pada bilangan bulat:
a. Operasi Penjumlahan
Tertutup, hasil penjumlahan dua bilangan bulat adalah bilangan bulat. Jika a + b = c, maka a, b dan c adalah bilangan bulat.
Contoh : 5 + (-2) = 3
5, -2, dan 3 adalah bilangan bulat.
Komutatif a + b = b + a
Contoh : 4 + 5 = 5 + 4 = 9
4 + (-3) = -3 + 4 = 1
Asosiatif a + (b + c) = (a + b) + c
Contoh : 3 + (-2 + 5) = 3 + 3 = 6
(3 + (-2 )) + 5 = 1 + 5 = 6
Jadi, 3 + (-2 + 5) = (3 + (-2 )) + 5
• Mempunyai elemen identitas (yaitu 0) a + 0 = a dan 0 + a = a
Contoh : 3 + 0 = 3
-2 + 0 = -2
• Mempunyai elemen invers (lawan) a + (-a) = 0, -a disebut lawan dari a.
Contoh : 2 + (-2) = 0
-3 + 3 = 0


b. Operasi Pengurangan
Tertutup, hasil pengurangan dua bilangan bulat adalah bilangan bulat. Jika a - b = c, maka a, b dan c adalah bilangan bulat.
Contoh : 5 – (-1) = 5 + 1 = 6. 5, -1 dan 6 adalah bilangan bulat.
Tidak komutatif a-b b-a
Contoh: 8 – 6 =2
6 – 8 =-2
Jadi, 8 - 6 6 - 8
Tidak Asosiatif (a - b) – c a- (b – c)
Contoh: (8 - 3) – 2 = 5 - 2 =3
8 – (3 - 2) = 8 – 1 = 7
Jadi, : (8 - 3) – 2 8 – (3 - 2)
• Tidak mempunyai elemen identitas

c. Operasi Perkalian
Tertutup, hasil perkalian dua bilangan bulat adalah bilangan bulat. Jika a, b bilangan bulat, maka a × b = c, c bilangan bulat.
• Komutatif a × b = b × a
Contoh : 2 × 3 = 3 × 2 = 6
Asosiatif a × (b × c) = (a × b) × c
Contoh : 3 × (2×(-5)) = (3 × 2)×(-5)
3 × (-10) = 6 × (-5)
-30 = -30
• Distributif perkalian terhadap penjumlahan dan pengurangan.
a × (b+c) = (a × b) + (b × a)
a × (b–c) = (a × b) − (b × a)
• Mempunyai elemen identitas (yaitu 1) , a × 1 = 1 × a = a
Contoh : 3 × 1 = 3


d. Operasi Pembagian
Tidak tertutup, hasil pembagian dua bilangan bulat tidak selalu menghasilkan bilangan bulat.
Contoh : 10 : 2 = 5. 10, 2, dan 5 adalah bilangan bulat
10 : 3 = . 3 bilangan bulat, bukan bilangan bulat.
Tidak komutatif : a : b ≠ b : a
Contoh: 6 : 3 = 2
3: 6 =
Jadi, 6 : 3 3: 6
Tidak asosiatif : (a : b) : c ≠ a : (b : c)
Contoh: (12 : 6) : 2 = 2 : 2= 1
12 : (6 : 2 )= 12 : 3= 4
Jadi, : (12 : 6) : 2 ≠ 12 : (6 : 2 )
• Untuk setiap a bilangan bulat, maka tak terdefinisi (pembagian dengan bilangan nol tak terdefinisi).

4. Bilangan Pecahan
Bilangan pecahan adalah bilangan yang dapat dinyatakan dalam bentuk a/b, dengan a dan b adalah bilangan cacah dan b tidak sama 0. a = pembilang dan b = penyebut.

Macam-macam pecahan:
• Pecahan biasa
Pecahan yang pembilangnya lebih kecil dari penyebutnya.
a/b; a < b contoh : 2/5 , 4/8 , 3/6

• Pecahan campuran Pecahan yang pembilangnya lebih besar dari penyebutnya. a/b; a >b contoh : 8/3= 2 2/3 ; 9/4 = 2 1/4; 7/3= 2 1/3

• Pecahan desimal
Pecahan desimal adalah bentuk lain dari pecahan dengan menggunakan tanda koma sebagai pemisah..
contoh : 0,5 ; 1,5 ; 3,25

Dengan mempelajari bilangan-bilangan itu saja ternyata belum cukup, kita masih membutuhkan bilangan lain selain bilangan-bilangan tersebut. Untuk itu ikuti artikel selanjutnya mengenai BILANGAN RASIONAL.. ^_^

Bilangan

A. PENGERTIAN BILANGAN

Dalam penggunaan sehari-hari, angka dan bilangan seringkali dianggap sebagai dua entitas yang sama. Selain itu terdapat pula konsep nomor yang berkaitan. Secara kaku, angka, bilangan, dan nomor merupakan tiga entitas yang berbeda. Sebagai contoh amati kalimat berikut ini, “Anak-anak tulis soal nomor tiga, lima ditambah tiga sama dengan titik-titik.” Kemudian siswa menulis soal tersebut dalam bentuk: 3) 5+3=...
Dari kalimat di atas dapat kita ambil kesimpulan bahwa angka adalah suatu tanda atau lambang yang digunakan untuk melambangkan bilangan. Contohnya, bilangan lima dapat dilambangkan menggunakan angka Hindu-Arab "5" (sistem angka berbasis 10), "101" (sistem angka biner), maupun menggunakan angka Romawi 'V'. Lambang "5", "1", "0", dan "V" yang digunakan untuk melambangkan bilangan lima disebut sebagai angka.
Nomor biasanya menunjuk pada satu atau lebih angka yang melambangkan sebuah bilangan bulat dalam suatu barisan bilangan-bilangan bulat yg berurutan. Misalnya kata 'nomor 3' menunjuk salah satu posisi urutan dalam barisan bilangan-bilangan 1, 2, 3, 4, ... dst. Kata nomor sangat erat kaitannya dengan pengertian "urutan".
Bilangan adalah suatu konsep matematika yang digunakan untuk pencacahan dan pengukuran. Simbol ataupun lambang yang digunakan untuk mewakili suatu bilangan disebut sebagai angka atau lambang bilangan. 

Dalam matematika, konsep bilangan selama bertahun-tahun lamanya telah diperluas untuk meliputi bilangan nol, bilangan negatif, bilangan rasional, bilangan irasional, dan bilangan kompleks.
Setiap bilangan, misalnya bilangan yang dilambangkan dengan angka 1, sesungguhnya adalah konsep abstrak yang tak bisa tertangkap oleh indera manusia, misalnya tulisan atau ketikan 1 yang terlihat atau terbaca bukanlah bilangan 1, melainkan lambang dari bilangan satu yang tertangkap oleh indera penglihatan. 


Jumat, 11 Juni 2010

Makalah Bidang Garapan Pengelolaan Pendidikan di SD

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pendidikan adalah suatu pembinaan yang dilakukan oleh orang dewasa terhadap anak (yang dianggap belum dewasa) untuk mencapai tingkat kedewasaan. Pendidikan hakikatnya adalah upaya membantu manusia agar mampu mewujudkan diri sesuai kodrat dan martabat kemanusiaannya, atau mampu melaksanakan berbagai peranan sesuai dengan statusnya berdasarkan nilai-nilai dan norma-norma yang diakuinya.

Untuk mencapai tujuan pendidikan di sekolah harus dilakukan pengelolaan pendidikan yang meliputi pengelolaan kepemimpinan, pengelolaan kurikulum, pengelolaan pembelajaran, pengelolaan peserta didik, pengelolaan sumber daya manusia (personil atau pegawai), pengelolaan keuangan, pengelolaan tata usaha, pengelolaan hubungan sekolah dan masyarakat, serta pengelolaan supervisi pendidikan. Apabila seluruh komponen tersebut dapat dikelola dengan baik maka tujuan pendidikan yang diharapkan akan tercapai.

Saat ini, tujuan pendidikan di Indonesia masih belum tercapai sepenuhnya. Hal tersebut terjadi karena terdapat beberapa faktor yang menjadi kendala dan masalah dalam tercapainya tujuan pendidikan nasional. Salah satu kendala dan masalah tersebut yaitu belum dilaksanakannya pengelolaan pendidikan di Indonesia dengan baik dan optimal.

Oleh karena itu, penulis merasa tergugah untuk melakukan observasi ke sekolah dasar dengan tujuan untuk mengetahui pengelolaan pendidikan secara nyata dilapangan. Penulis melakukan observasi di SD Negeri 3 Manonjaya Kecamatan Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya. Melalui observasi tersebut penulis mengharapkan dapat mengetahui berbagai kendala yang dihadapi sekolah dalam mengelola pendidikan.
 Identifikasi Sekolah
Profil, Visi, Misi
Profil
Nama sekolah : SD Negeri 3 Manonjaya
No statistik : 101021207003
Desa : Manonjaya
Kecamatan : Manonjaya
Pemerintah kabupaten : Tasikamalaya
Provinsi : Jawa Barat
Status : Negeri
Kode pos : 46197
Tahun berdiri : 1954
Luas : 600 M2
Jumlah Guru : 13 orang
Jumlah Murid : 280 orang

Misi : Membentuk Insani Kamil yang Taqwa, Cerdas Terampil dan Berakhlaqul Karimah

Visi : SIP (Sukses Inovasi Pendidikan)

B. Tujuan
Tujuan penulisan makalah ini, yaitu:
1. Untuk memenuhi tugas mata kuliah Pengelolaan Pendidikan.
2. Untuk mengetahui Pengelolaan Pendidikan di SD Negeri 3 Manonjaya.
3. Untuk mengetahui analisa SWOT di SD Negeri 3 Manonjaya.


BAB II
BIDANG GARAPAN PENGELOLAAN PENDIDIKAN
SD NEGERI 3 MANONJAYA KECAMATAN MANONJAYA

Sekolah Dasar Negeri 3 Manonjaya adalah salah satu sekolah dasar yang berdiri tahun 1954, berada tepat di Jl. Tangsi No. 18, Kecamatan Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya. Ditengah-tengah persaingan antara SD Negeri 1 Manonjaya, SD Negeri 2 Manonjaya, dan SD Budilaksana yang memiliki jarak lokasi cukup berdekatan, SD Negeri 3 Manonjaya mampu meningkatkan mutu baik dalam bidang akademik maupun dalam bidang konstruksional. Hal ini tidak lepas dari peran serta personil sekolah dalam mengelola bidang-bidang yang menjadi garapan SD Negeri 3 Manonjaya. Namun hal itu tidak membuat SD Negeri 3 Manonjaya berpuas diri karena selain masih memiliki keterbatasan, kemajuan IPTEK yang terus berkembang menuntut setiap lembaga pendidikan untuk mampu mengembangkan potensi-potensi peserta didik sebagai calon penerus bangsa dan negara. Oleh karena itu SD Negeri 3 Manonjaya terus berupaya melakukan peningkatan dalam segala bidang yang menitik beratkan pada cara pengelolaan pendidikan di sekolahnya. Karena dengan manajemen yang baik maka tujuan pendidikan insyaallah dapat tercapai dengan baik pula.

A. Substansi Inti
Bidang garapan yang menjadi prioritas atau inti dalam pengelolaan pendidikan di SD Negeri 3 Manonjaya Kecamatan Manonjaya yakni:
1. Pengelolaan Kurikulum dan Pembelajaran SD Negeri 3 Manonjaya
Kurikulum merupakan inti dari bidang pendidikan dan memiliki pengaruh terhadap seluruh kegiatan pendidikan. UU Sisdiknas No. 20 Tahun 2003 menyatakan bahwa “Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu”. Dengan kata lain kurikulum merupakan acuan untuk menjalankan komponen-komponen pembelajaran.

Sejak tahun 2006, SD Negeri 3 Manonjaya menggunakan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP). Sedangkan dalam pembelajaran, SD Negeri 3 Manonjaya menggunakan pendekatan tematik untuk diterapkan di kelas I, II, III dan untuk kelas IV, V, VI menggunakan model connected (keterhubungan). Variasi model kurikulum yang digunakan nyatanya tidak diselaraskan dengan jenis evaluasinya. Hal ini terlihat sekali di kelas rendah yang menggunakan pendekatan tematik. “Meskipun di kelas I, II, dan III menggunakan pendekatan tematik, namun tes yang diberikan kepada siswa tetap dipisahkan sesuai dengan mata pelajaran.” Ujar Ibu Ade Kustianah guru kelas III. 

Disamping kegiatan kurikuler, ada juga kegiatan yang dilakukan di luar jam sekolah yaitu ekstrakulikuler. Tujuan ekstrakulikuler adalah untuk menyalurkan dan mengembangkan bakat dan minat siswa, sehingga bakat yang mereka miliki tidak hanya sebagai hobi tapi juga dapat menghasilkan prestasi. Adapun kegiatan ekstrakulikuler di SD Negeri 3 Manonjaya yaitu PRAMUKA, Kegiatan Keagamaan (pengajian), dan Kegiatan Kesenian (memainkan alat musik tradisional atau tarian tradisional).

Selain penggunaan pendekatan kurikulum pada mata pelajaran, pengelolaan kurikulum pun di laksanakan dalam segi rancangan. Adapun rincian pengelolaan kurikulum dan pembelajaran di SD Negeri 3 Manonjaya tahun pelajaran 2009/2010 adalah sebagai berikut :
 Awal Tahun Ajaran
a) Penyusunan Program Kerja Tahunan dilaksanakan oleh Kepala Sekolah pada awal bulan Juli 2009 dan hasilnya disampaikan kepada semua personil dan orang tua siswa, yang bersifat umum yang bisa diketahui oleh orang tua siswa.
b) Menyusun Kalender Pendidikan dilaksanakan minggu kedua bulan Juli 2009 bersama dengan guru.
c) Menyusun Jadwal Pelajaran dilaksanakan setelah selesai penyusunan Kalender pendidikan.
d) Membagi tugas mengajar serta tugas-tugas lainnya melalui musyawarah dengan guru dilaksanakan pada minggu kedua bulan Juli 2009.
e) Penyusunan Program Semester tiap mata pelajaran dilaksanakan oleh semua guru selama libur awal semester.
 Selama Tahun Ajaran
a) Pemeriksaan dan penandatanganan persiapan mengajar, analisa materi pelajaran serta kumpulan soal dilaksanakan setiap hari sebelum pelajaran dimulai.
b) Mengawasi proses berlangsungnya belajar mengajar dilaksanakan setiap hari.
c) Upacara Bendera dilaksanakan setiap hari senin dengan petugas secara bergiliran.
d) Upacara Penurunan Bendera dilakukan setiap hari Sabtu yang diikuti oleh siswa Kelas V dan VI.
e) Kegiatan Pramuka dilakuakn setiap hari Sabtu, pukul 13.00 WIB. Diikuti oleh kelas IV, V, dan VI.
f) Mengatur pelaksanaan Tes Sub Sumatif minimal lima kali.
g) Melaksanakan Ulangan Akhir Semester I pada bulan Desember 2009 minggu kedua dan semester II dilaksanakan pada minggu kedua bulan Juni 2010.
h) Pengisian buku laporan pendidikan semester ganjil akan dilaksanakan pada tanggal 14 Desember 2009, untuk semester II akan dilaksanakan pada tanggal 14 Juni 2010.
i) Penyerahan buku laporan pendidikan untuk semester ganjil yang dilaksanakan pada tanggal 21 Desember 2009, sedangkan untuk semester genap akan dilaksanakan pada tanggal 23 Juni 2010 (harus diambil oleh orang tua siswa).
j) Penyusunan rencana pelaksanaan Ujian Sekolah akan dilaksanakan pada tanggal 4 Mei 2010.
k) Pelaksanaan Ujian Akhir Sekolah akan dilaksanakan pada minggu pertama bulan Juni yaitu tanggal 4 s.d. b Mei 2010.
l) Mengevaluasi pelaksanaan kegiatan belajar mengajar untuk tahun Ajaran 2009/2010.
m) Melaksanakan upacara kenaikan kelas akan dilaksanakan dengan penyerahan buku laporan pendidikan semester II dan Ijazah bagi anak yang lulus serta berhak menerima Ijazah dan STL pada tanggal Juni 2010.
n Membuat laporan akhir tahun tentang pembelajaran.

2. Pengelolaan Kelas di SD Negeri 3 Manonjaya
Suatu pembelajaran akan mudah diterima siswa jika siswa merasa nyaman. Dan disinilah diperlukan kekreatifan guru untuk mengelolanya agar tercipta suasana yang nyaman dan kondusif untuk siswa belajar.
Di SD Negeri 3 Manonjaya saya melihat keadaan ruangan kelas ditata dengan rapi. Meja dan kursi disusun dalam bentuk berkelompok, berjajar atau berbaris sesuai dengan kebutuhan pada saat pembelajaran. Pajangan hasil karya siswa yang ditata dengan dengan rapi dan sangat menarik, membuat suasana kelas menjadi lebih hidup.

3. Pengelolaan Peserta Didik di SD Negeri 3 Manonjaya
Pengelolaan peserta didik memiliki peran yang terpenting. Semua kegiatan pengelolaan diarahakan agar masing-masing peserta didik mendapatkan layanan yang optimal, sesuai dengan kebutuhan, minat, dan bakatnya. Dalam manajemen kesiswaan sedikitnya memiliki 3 tugas utama yaitu, penerimaan siswa baru, kegiatan kemajuan pembelajaran, dan bimbingan serta pembinaan disiplin.
Tabel 1 Jumlah Siswa SD Negeri 3 Manonjaya
Kecamatan Manonjaya Tahun 2009/2010
Kelas 1 Kelas 2 Kelas 3 Kelas 4 Kelas 5 Kelas 6 Jumlah
L P L P L P L P L P L P L P
30 21 38 24 23 26 20 30 24 17 11 16 146 134
51 62 49 50 41 27 280

Pengelolaan peserta didik merupakan bagian administrasi pendidikan di sekolah yang menyangkut data-data siswa sejak masuk di kelas I sampai kelas VI, kegiatan ini meliputi :
a. Penerimaan calon siswa baru untuk tingkat kelas I disyaratkan anak yang sudah berusia 6 atau 7 Tahun akan dilaksanakan pada tanggal 30 Juni s.d. 11 Juli 2009.
b. Penempatan siswa baru untuk kelas I dilaksanakan pada tanggal 13 Juli 2009.
c. Penerimaan siswa baru untuk tingkat kelas II ke atas disyaratkan anak yang usianya 7 s.d. 12 tahun.
d. Penempatan siswa baru untuk kelas II s.d. VI dilaksanakan tanggal 13 Juli 2009.
e. Pengisian data kelas I yang telah ditetapkan dalam administrasi termasuk ke dalam buku pokok dilaksanakan pada tanggal 31 Juli 2009.
f. Laporan siswa kelas I dilaksanakan pada tanggal 31 Juli 2009.
g. Mencatat kehadiran siswa dilaksanakan setiap hari efektif.
h. Mencatat siswa yang kesiangan dilaksanakan setelah masuk kelas sebelum pembelajaran dimulai setiap hari efektif.
i. Mengisi buku mutasi siswa dilaksanakan setiap akhir bulan.
j. Mengisi buku laporan pendidikan, daftar nilai pada buku pokok dilaksanakan oleh guru kelas setiap akhir semester.
k. Melaksanakan bimbingan siswa setiap ada kasus yang muncul, atau ada hal-hal yang khusus.
l. Pengaturan organisasi siswa dilaksanakan pada awal tahun minggu pertama masuk sekolah.
m. Pelepasan siswa kelas VI yang lulus serta mendapat Ijazah dilaksanakan setelah kenaikan kelas pada akhir tahun ajaran yaitu bulan Juni 2010.
Peran sekolah adalah untuk membimbing dan mendidik peserta didik agar menjadi manusia yang seutuhnya. Untuk mendidik kedisiplinan siswa, maka sekolah memiliki tata tertib yang harus dipatuhi siswa. Ada 14 poin yang harus dipatuhi siswa, yaitu :
a. Lima belas menit sebelum masuk anak-anak harus sudah berada dilingkungan sekolah.
b. Mulai masuk pada pukul 07.00 WIB.
c. Sebelum masuk anak-anak berbaris dahulu dipimpin oleh ketua kelas dengan bimbingan guru.
d. Sebelum mengikuti pelajaran pertama, harus berdoa dan membaca Alquran selama 15 menit.
e. Mengikuti pelajaran dengan sungguh-sungguh dan penuh semangat.
f. Hormat, patuh, dan taat kepada orang tua, guru, serta sayang kepada teman.
g. Berpakaian seragam putih merah untuk hari senin-kamis, seragam busana muslim putih hitam untuk hari Jumat, dan seragam pramuka untuk hari Sabtu, seragam olah raga untuk pelajaran penjaskes.
h. Tidak diperkenankan berambut gondrong, merokok, dan minuman keras.
i. Tidak diperkenankan makan dan minum di dalam kelas ketika sedang belajar.
j. Tidak diperkenankan memakai perhiasan yang mencolok.
k. Menjaga keamanan, ketertiban, dan kebersihan diri, kelas dan lingkungan sekolah.
l. Sebelum pulang sekolah siswa wajib shalat berjamaah dzuhur di sekolah dan mengikuti pelajaran tambahan serta kegiatan lainnya, bagi kelas III, IV, dan VI.
m. Bagi yang melanggar, akan mendapat sanksi denda atau hukuman sesuai ketentuan yang berlaku.

4. Pengelolaan Sumber Daya Manusia di SD Negeri 3 Manonjaya
Sumber Daya Manusia di sekolah (Guru dan Tenaga Kependidikan) merupakan sosok penentu berhasil tidaknya sebuah program di sekolah. Oleh karena itu perlu ada persamaan persepsi diantara seluruh tenaga yang ada dalam rangka memberikan layanan prima (the bests service) terhadap para pengguna (peserta didik, orangtua, pemerintah dan masyarakat) bahwa membangun sekolah pada dasarnya adalah membangun keunggulan SDM.
Meskipun untuk periode 2009/2010 kepala SD Negeri Manonjaya 3 masih dirangkap oleh kepala SD Negeri Budilaksana karena belum memiliki kepala sekolah yang baru, tetapi para personilnya tetap dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan aktifitas sekolah pun tidak terganggu. Kondisi ini sangat dipengaruhi oleh: (a) tingkat penguasaan guru terhadap bahan; (b) metode, pendekatan, gaya/seni dan prosedur mengajar; (c) pemanfaatan fasilitas belajar secara efektif dan efisien; (d) pemahaman guru terhadap karateristik kelompok dan perorangan siswa; (e) kemampuan guru menciptakan dialog kreatif dan menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan; dan (f) kepribadian guru. Oleh karena itu dalam rangka mewujudkan sekolah yang efketif, maka sumber daya manusia di sekolah harus melakukan pekerjaannya secara konstruktif, kretaif, integratif, keteladanan, disiplin serta adaptabel dan fleksibel.
Pengelolaan SDM di SD Negeri Manonjaya meliputi :
a. Pembinaan personil
1) Pembinaan personil yang dilaksanakan oleh tingkat Kecamatan setiap awal tahun pada bulan Agustus.
2) Pembinaan melalui KKG di gugus sekolah dilaksanakan setiap satu bulan satu kali minggu ke dua.
3) Kegiatan KKS dilaksanakan setiap tanggal 1 tiap bulan yang dilaksanakan di SD Inti pusat kegiatan guru.
b. Kesejahteraan pegawai
1) Pengambilan gaji serta pembagian dilaksanakan setiap tanggal 1 dan 2 setiap bulan.
2) Melaksanakan kunjungan keluarga untuk membina keharmonisan serta kesejahteraan personil dilaksanakan setiap 3 bulan sekali.
3) Melayat atau menjenguk personil bila ada personil yang sakit atau keluarganya meninggal dunia atau syukuran dengan menyumbangkan alakadarnya dilaksanakan bila ada.
4) Mengusahakan pemberian pakaian seragam disesuaikan dengan kemampuan.
5) Mengadakan rekreasi sebagai refresing minimal satu kali dalam satu tahun dilaksanakan pada akhir semester atau akhir tahun ajaran.
6) Mengusulkan kenaikan pangkat, kenaikan jabatan atau promosi dan kenaikan gaji berkala diusahakan apabila telah memenuhi persyaratan, juga sesuai dengan periodenya.
7) Melaksanakan pengecekan administrasi guru dilaksanakan setiap tanggal 5,6,7 / minggu ke dua setiap bulan.
8) Melaksankan piket guru secara bergiliran setiap hari.
9) Melengkapi administrasi kepegawaian.
Setelah diterapkan strategi pengelolaan sumber daya manusia (SDM) beberapa hasil atau dampak yang dicapai antara lain:
a. Adanya komitmen yang tinggi untuk memajukan sekolah terutama dalam rangka mewujudkan RSBI di SD Negeri 3 Manonjaya.
b. Suasana menjadi lebih familiar, tidak lagi ada ketegangan dan jarak antara kepala sekolah dengan guru. Meskipun kepala sekolah SD Negeri 3 Manonjaya dirangkap oleh Kepala Sekolah SD Negeri Budilaksana.
c. Disiplin dan etos kerja beranjak naik. Hasil ini diperoleh melalui pendekatan ketelaudanan antara lain Kepala Sekolah berusaha datang paling awal dan pulang paling akhir.
d. Diskusi antar guru dan Kepala Sekolah menjadi semakin intensif berkait dengan bagaimana memajukan sekolah.
e. Semangat belajar dan berkompetisi, baik antar guru di dalam sekolah maupun di lingkungan yang lebih luas.
Darfta personil sekolah (dilampirkan)

5. Pengelolaan Sarana dan Prasarana di SD Negeri 3 Manonjaya
Sarana pendidikan adalah semua perangkat peralatan, bahan dan perabot yang secara langsung digunakan dalam proses pendidikan di sekolah. Sedangkan prasarana pendidikan adalah semua perangkat perlengkapan dasar yang secara tidak langsung menunjang pelaksanaan proses pendidikan di sekolah.
Aktivitas pengelolaan sarana dan prasarana di SD Negeri 3 Manonjaya dengan merencanakan kebutuhan sarana dan prasarana serta cara pemanfaatan dan pemeliharaannya untuk menjaga agar peralatan dalam keadaan siap pakai. Pengelolaan sarana dan prasarana di SD Negeri 3 Manonjaya terdiri dari kegiatan pengadaan, pemeliharaan dan penghapusan alat yang digunakan untuk mencapai tujuan institusional sekolah dasar.
Perencanaan untuk pengadaan sarana dan prasarana di SD Negeri 3 Manonjaya dilakukan dengan menetapkan kebutuhan sarana dan prasarana, menetapkan skala prioritas, kemudian masukan kebutuhan tadi kedalam RAPBS dan terakhir melakukan pencatatan sarana dan prasarana sekolah secara tertib dan akurat. Setelah sarana dan prasarana didapatkan langkah selanjutnya yaitu dengan melakukan pemeliharaan agar sarana dan prasarana tersebut selalu dalam keadaan siap pakai. Penghapusan sarana dan prasarana di SD Negeri Manonjaya dilakukan apabila kondisinya rusak atau apabila sarana dan prasarana tersebut dinilai tidak efektif dan efisien lagi untuk dipergunakan.
SD Negeri 3 Manonjaya dibangun di atas tanah seluas 600 M2.
Di samping itu sarana penunjang lainnya dibedakan menjadi 2 (dua) kelompok ruangan yaitu ruang belajar dan ruang administrasi / ruang penunjang, antara lain :
Tabel 2. Jumlah Ruangan dan Mebler di SD Negeri 3 Manonjaya
Bangunan Ruangan Tipe *) Jumlah Mebler Jumlah
R. Belajar P 6 Meja murid 112
R. Guru/ KS P 1 Kursi murid 190
Musola P 1 Meja guru 7
WC P 3 Kursi guru 7
*) diisi : P = permanen, SP = Semi Permanen, DR = Darurat Lemari 7
Rak buku 15
Papan tulis 6
Kursi tamu 1


Tabel 3. Sarana Lingkungan di SD Negeri 3 Manonjaya
Sarana Lingkungan
Jenis Berupa
Air bersih Pompa listrik
Penerangan Listrik
Hubungan Telepon
Nomor 0265-380074
Pagar Tembok

Tabel 4. Alat Peraga dan Buku Sumber di SD Negeri 3 Manonjaya
Alat Peraga / Buku Sumber
Mata Pelajaran Alat Peraga Buku Sumber
Jenis Jml / asal Jml Asal
PAI Gambar 24 swadaya 14 swadaya
PPKN Gambar 12 swadaya 18 swadaya
IPS Peta/globe 5 swadaya 12 swadaya
IPA Gambar/model 5 swadaya 18 swadaya
Matematika Model 1 swadaya 18 swadaya
Olah raga Alat OR 3 swadaya 12 swadaya
Kertakes Alat KTK 1 swadaya 12 swadaya
Bahasa Sunda 18 swadaya

Kelengkapan sarana dan prasarana yang dimiliki oleh SD Negeri 3 Manonjaya masih belum lengkap, karena SD Negeri 3 Manonjaya belum memiliki ruang perpustakaan dan ruang komputer. Untuk sementara buku-buku perpustakaan dan komputer di simpan di ruang guru.
Karena komputer yang ada baru 2 unit, maka untuk pembelajaran TIK guru menggunakan infokus untuk membantu proses pengajaran.

6. Pengelolaan Keuangan di SD Negeri 3 Manonjaya
Pengelolaan keuangan adalah kegiatan sekolah untuk merencanakan, memperoleh, menggunakan dan mempertanggung jawabkan keuangan sekolah kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Menurut Zymelman (1975) menyatakan bahwa pembiayaan pendidikan tidak hanya menyangkut analisis sumber-sumber dana, tetapi juga menyangkut penggunaan dana tersebut secara efisien. Faktor keuangan merupakan yang sangat penting untuk terlaksananya pengelolaan pendidikan. Penggalian dana dimusyawarahkan dengan pengurus Komite Sekolah.
Sumber dana yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan pengelola dibagi tiga golongan yang terdiri dari :
a. Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari dana PKPS BBM.
b. Bantuan dari warga masyarakat yang merupakan stekholder serta masyarakat yang peduli terhadap pendidikan.
c. Bantuan dari pemerintah yang berupa gaji pegawai SBPP serta bantuan lain.
 Penyusunan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (RAPBS) dilaksanakan awal tahun pelajaran yaitu tanggal 13 Juli 2009, dirancang oleh Kepala Sekolah, Guru dan Pengurus Komite Sekolah.
RAPBS terbagi menjadi dua bagian yaitu anggaran rutin dan anggaran pembangunan, anggaran rutin direncanakan untuk membiayai kebutuhan yang meliputi :
a. Biaya penyediaan administrasi
b. Biaya daya dan jasa
c. Biaya pemeliharaan, perbaikan dan penggantian sarana dan prasarana
d. Biaya pembinaan siswa.
e. Biaya pembinaan, pemantauan, pengawasan dan laporan
f. Biaya penyediaan peralatan
g. Biaya penyediaan dan alat praktek
h. Biaya penyediaan administrasi
 Pengesahan RAPBS dilaksanakan pada tanggal 31 Juli 2009 melalui rapat Komite Sekolah dengan menghadirkan semua orang tua siswa, tokoh masyarakat, tokoh ulama, dan warga masyarakat di lingkungan pendidikan.
 Penerimaan Bantuan Opersaional Sekolah (BOS) dilaksanakan oleh Kepala Sekolah dari BRI dan diserahkan kepada Bendahara untuk dikelola sesuai dengan RAPBS.
 Pengurus Komite Sekolah melaksanakan kontrol penerimaan dan penggunaan BOS tiga bulan sekali.
 Pengiriman SPJ penerimaan dan pengeluaran BOS dilaksanakan satu bulan satu kali yang disyahkan dan diketahui oleh Ketua Komite Sekolah.
 Pembuatan serta pengiriman SPJ berupa bantuan lain baik BKM, JPS ataupun bantuan lain dari Pemerintah disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku.
 Pengecekan segala jenis keuangan akan dilaksanakan pada bulan Juni 2010 minggu ke dua sebelum kenaikan kelas dilaksanakan.
7. Pengelolaan Hubungan Sekolah dan Masyarakat di SD Negeri 3 Manonjaya
Hubungan antara sekolah dengan masyarakat sekitar sangat penting sekali. Karena masyarakat berperan dalam mempengaruhi maju mundurnya sekolah. Sekolah memerlukan masukan dari masyarakat dalam menyusun program yang relevan, sekaligus memerlukan dukungan masyarakat dalam melaksanakan program. Pada posisi ini masyarakat membutuhkan jasa sekolah untuk mendapatkan program pendidikan sesuai dengan yang diinginkan. Pengelolaan hubungan sekolah dan masyarakat dikenal pula dengan istilah public school realtion yang berarti hubungan timbal balik antara sekolah dan masyarakat atau lingkungan terkait.
Pengelolaan hubungan sekolah dan masyarakat SD Negeri 3 Manonjaya, adalah sebagai berikut :
a. Menyampaikan informasi pendidikan dengan diberlakukannya otonomi pendidikan melalui pola MBS dan KTSP dilaksanakan pada bulan Juli 2009 melalui rapat pengesahan RAPBS 2009/2010 akan dilaksanakan oleh Sekolah.
b. Memotivasi warga masyarakat agar peduli terhadap pendidikan sehingga merasa butuh oleh pendidikan serta merasa memiliki rasa pendidikan yang ada di lingkungannya.
c. Melaksanakan kunjungan ke rumah-rumah siswa dalam rangka pengecekan peran serta orang tua dalam mempertanggung jawabkan pendidikan anaknya, jadwal diatur disesuaikan dengan kemampuan.
d. Menyampaikan laporan kemajuan siswa akan dilaksanakan setiap waktu penyerahan buku raport tiap akhir semester.
e. Melaksanakan bakti sosial yang akan dikondisikan dengan hari peringatan kemerdekaan, atau hari-hari besar keagamaan.
f. Rapat kenaikan kelas akan dilaksanakan akhir semester dua tepatnya pada bulan Juni 2010 minggu ke 2.
B. Substansi Ekstensi
Substansi inti tidak akan dapat dilaksanakan dengan baik apabila tidak mendapat dukungan dari pengelolaan yang lain. Substansi pendukung ini disebut pula substansi ekstensi, yakni :
1. Pengelolaan konflik
Konflik merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindarkan dalam kehidupan. Bahkan sepanjang kehidupan, manusia senantiasa dihadapkan dan bergelut dengan konflik. Demikian halnya dengan kehidupan di sekolah, warga sekolah senantiasa dihadapkan pada konflik. Perubahan atau inovasi baru, seperti implementasi Manajemen Berbasis Sekolah (MBS), pelaksanaan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) sangat rentan menimbulkan konflik (destruktif), apalagi jika tidak disertai pemahaman yang memadai terhadap ide-ide yang berkembang.
Di sekolah, konflik dapat terjadi dalam semua tingkatan, baik intrapersonal, interpersonal, intragrup, intergrup, intraorganisasi, maupun interorganisasi.
a. Konflik intrapersonal, yaitu konflik internal yang terjadi dalam diri seseorang. Misalnya, konflik antara tugas sekolah dengan acara pribadi.
b. Konflik interpersonal, yaitu konflik yang terjadi antar individu. Misalnya konflik antar tenaga kependidikan dalam memilih mata pelajaran unggulan daerah.
c. Konflik intragrup, yaitu konflik antar angota dalam satu kelompok. Konflik terjadi karena adanya latar belakang keahlian yang berbeda, ketika anggota dari suatu komite menghasilkan kesimpulan yang berbeda atas data yang sama. Misalnya konflik yang terjadi pada beberapa guru dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP).
d. Konflik intergrup, yaitu konflik yang terjadi antar kelompok. Misalnya, kelompok guru kesenian memandang bahwa untuk membelajarkan lagu tertentu dan melatih pernafasan perlu disuarakan dengan keras, sementara kelompok guru matematika merasa terganggu, karena para pesereta didiknya tidak konsentrasi belajar.
Munculnya konflik tidak selalu bermakna negatif, artinya jika konflik dapat dikelola dengan baik, maka konflik dapat memberi kontribusi positif terhadap kemajuan sebuah organisasi. Beberapa startegei mengatasi konflik antara lain adalah :
a. Contending (bertanding) yaitu mencoba menerapkan solusi yang lebih disukai salah satu pihak atau pihak lain.
b. Yielding (mengalah) yaitu menurunkan aspirasi sendiri dan bersedia menerima kurang dari apa yang sebetulnya diinginkan
c. Problem Solving (pemecahan masalah) yaitu mencari alternatif yang memuaskan aspirasi kedua belah pihak.
d. With Drawing (menarik diri) yaitu memilih meninggalkan situasi konflik baik secara fisik maupun psikologis. With drawing melibatkan pengabaian terhadap kontroversi.
e. Inaction (diam) tidak melakukan apapun, dimana masing-masing pihak saling menunggu langkah berikut dari pihak lain, entah sampai kapan.
Berdasarkan hasil observasi yang telah penulis lakukan, SD Negeri 3 Manonjaya cukup mampu mengelola konflik yang ada sehingga tidak menimbulkan hambatan yang fatal. Dari kelima cara penyelesaian konflik di atas, penyelesaian konflik yang digunakan oleh pihak SD Negeri 3 Manonjaya adalah problem solving.
2. Pengelolaan sistem informasi
SIM ( Sistem Informasi Manajemen ) adalah suatu sistem yang diperlukan oleh suatu organisasi untuk menyediakan informasi yang penting dalam rangka mencapai tujuan organisasi.

Meskipun pengelolaan informasi di SD Negeri 3 Manonjaya belum berbasis komputer, tapi informasi tetap dapat dikomunikasikan dengan baik. Salah satu contohnya, yaitu ketika SD Negeri 3 Manonjaya memperkenalkan profil sekolah kepada masyarakat khususnya kepada orang tua siswa yang berminat mendaftarkan anaknya ke SD Negeri 3 Manonjaya. Masyarakat mendapatkan informasi dari Buku Panduan Calon Siswa Baru yang diterbitkan setiap satu tahun sekali menjelang penerimaan calon siswa baru.
Buku penduan tersebut terdiri atas 16 halaman, halaman pertama diawali dengan kata pengantar, halaman ke dua berisi misi, visi, tujuan, dan strategi sekolah. Halaman ke tiga mengenai daftar mata pelajaran pokok dan mata pelajaran tambahan. Halaman ke empat mengenai persyaratan calon siswa baru. Pada halaman ke lima mengenai tata tertib siswa. Selanjutnya halaman ke enam yaitu mengenai profil personil sekolah. Sedangkan pada halaman terakhir memuat foto-foto SD Negeri 3 Manonjaya.
Untuk mengkomunikasikan informasi-informasi tambahan dapat disampaikan melalui rapat, pengajian, atau dengan surat pemberitahuan.
3. Pengelolaan Tata Usaha
Pengelolaan tata usaha Sekolah Dasar yang tertib dan teratur, sangat diperlukan untuk meningkatkan kemampuan pengelolaan pendidikan bagi Kepala Sekolah dan Guru. Peningkatan kemampuan tersebut akan berakibat positif, yaitu makin meningkatnya efisiensi, mutu dan perluasan pendidikan dasar.
Data pendidikan yang terdapat di Sekolah Dasar sangat banyak macam dan jenisnya. Agar pencatatan data lebih mudah dan sederhana sehingga memperlancar kegiatan pencatatan, data yang banyak jenisnya itu dapat dikelompokkan menjadi 5 jenis yaitu :
a. Program Pengajaran
Jadwal pelajaran sekolah; daftar pembagian tugas mengajar bagi guru; daftar pemeriksaan tugas mengajar bagi guru; program semester guru; persiapan pengajar; daftar nilai; dll.
b. Kesiswaan
Daftar calon siswa baru; buku induk siswa; daftar siswa yang naik kelas dan yang lulus; dll.
c. Kepegawaian
Dafatr riwayat hidup, data kepegawaian, dll.
d. Keuangan
Pembukuan setiap transaksi, pendapatan, iuran, dll.
e. Perlengkapan / barang
Buku pemeriksaan perlengkapan/barang, daftar usul pengadaan barang, dll.

4. Pengelolaan Supervisi Pendidikan di SD Negeri 3 Manonjaya
Salah satu ciri sekolah yang berhasil adalah adanya program supervisi yang dilakukan secara rutin, berkesinambungan dan bervariasi sebagai bagian dari kehidupan sekolah. Supervisi diartikan sebagai aktivitas yang dilakukan oleh satu orang atau lebih dimana mempunyai tujuan memperbaiki orang, kelompok guru atau program pengajaran (Gorton, 1976:105).
Beberapa teknik supervisor dalam melaksanakan supervisi di SD Negeri 3 Manonjaya, yaitu :
a. Kunjungan kelas secara berencana untuk dapat memperoleh gambaran tentang kegiatan belajar mengajar di kelas.
b. Pertemuan pribadi antara supervisor dengan guru untuk membicarakan masalah-masalah khusus yang dihadapi oleh guru.
c. Rapat antara supervisor dengan para guru di sekolah, untuk membicarakan masalah-masalah umum yang menyangkut perbaikan dan peningkatan mutu pendidikan.
d. Kunjungan antar kelas atau antar sekolah, merupakan suatu kegiatan untuk saling menukar pengalaman sesama guru dan kepala sekolah, tentang usaha perbaikan belajar mengajar.
e. Pertemuan-pertemuan di kelompok kerja penilik, kelompok kerja kepala sekolah, dan kelompok kerja guru.
Hal-hal yang dilakukan supervisi pada SD Negeri Kiaralawang
a. Menyelenggarakan inspeksi
Penyelenggaraan inspeksi di SD Negeri 1 Manonjaya biasanya dilakukan oleh pengawas dan kepala sekolah. Kegiatan inspeksi yang dilakukan oleh pengawas dimaksudkan untuk mengontrol administrasi-administrasi yang ada di sekolah. Sedangkan kegiatan inspeksi yang dilakukan oleh kepala sekolah yaitu mengenai adminstrasi sekolah mulai dari administrasi kelas, adminstrasi guru, dan kegiatan guru dalam melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar.
b. Penilaian
Penilaian dilakukan setelah data terkumpul dan setelah data itu dikaji ulang dimaksudkan untuk mengetahui hasil yang telah dicapai.
c. Pembinaan
Pembinaan yang dilakukan dalam kegiatan supervisi dimaksudkan untuk menciptakan kepribadian personil sekolah agar berperilaku yang sesuai dengan kode etik dan personil mempunyai kepribadian yang baik. Pembinaan yang dilakukan di SD Negeri 3 Manonjaya memberikan pengaruh yang signifikan. Dengan adanya pembinaan ini dapat menunjang keberhasilan proses belajar mengajar.

BAB III
ANALISIS SWOT DI SD NEGERI 3 MANONJAYA

A. Strength (Kekuatan)
Kekuatan yang dimiliki SD Negeri 3 Manonjaya adalah lengkapnya personil sekolah atau guru. SDN Kiaralawang memiliki jumlah personil sebanyak 16 orang yang terdiri dari 7 orang guru kelas, 4 orang guru bidang studi, 4 orang guru sukwan dan 1 orang penjaga sekolah. Dengan jumlah personil tersebut SD Negeri 3 Manonjaya dapat melaksanakan proses belajar mengajar dengan baik dan lancar tanpa harus ada guru yang merangkap dalam mengajar. Hal ini juga ditunjang dengan SDM para personil yang cukup potensial.
Selain jumlah personil sekolah, kekuatan lain ada pada bidang pembangunan. SD Negeri 3 Manonjaya memiliki ruangan kelas yang cukup untuk siswa belajar, sehingga pelaksanaan pembelajaran berjalan dengan lancar.
Faktor lain yang ikut memperkuat kelancaran program sekolah yakni pengelolaan keuangan dari mulai pendapatan sampai penggunaan dana cukup lancar.

B. Weaknes (Kelemahan)
Kelemahan SD Negeri 3 Manonjaya adalah dalam hal bangunannya juga, meskipun memiliki ruangan yang cukup untuk belajar, tetapi ada dua ruangan yang belum direalisasikan yakni, ruang perpustakaan dan ruang komputer. Di samping itu yang menjadi kendala adalah ketersediaan jumlah komputer yang masih sangat minim.
Hal lain yang menjadi kelemahan SD Negeri 3 Manonjaya, yaitu predikat guru yang menyandang gelar S1 baru 3 orang guru tetap dan 1 orang guru sukwan. Disamping itu SD Negeri 3 Manonjaya belum memiliki kepala sekolah yang baru, sehingga untuk sementara dirangkap oleh kepala sekolah dari SD Negeri Budilaksana.

C. Opportunity (Peluang)
SD Negeri 3 Manonjaya berpotensi untuk menjadi sekolah berkualitas tinggi. Potensi itu bisa digali dengan cara meningkatkan solidaritas dan kemampuan personil sekolahnya. Salah satu untuk meningkatkan kualitas personil adalah dengan melanjutkan pendidikan ke jenjang S1 bagi para personil atau guru benjenjang D2 atau SPG.
Selain itu, peluang lain dari SD Negeri 3 Manonjaya adalah ada beberapa guru sudah berpendidikan S1. Guru itu tinggal menunggu panggilan untuk dapat menerima dan melaksanakan sertifikasi. Dengan begitu dapat menjadikan sebuah peluang untuk dapat menciptakan kualitas lulusan yang lebih baik dari sebelumnya. 

D. Treats (Ancaman)
Ancaman untuk SD Negeri 3 Manonjaya yaitu personil sekolah masih kurang mampu mengoprasikan alat tekhnologi seperti halnya komputer. Padalah komputer itu adalah sebuah alat yang dapat mempercepat sebuah pekerjaan.
Selain itu, SD Negeri 3 Manonjaya belum dilengkapi pagar di sekelilingnya serta satpam untuk menjaga anak ketika menyebrang, sehingga dikhawatirkan anak akan bolos atau ada orang yang tidak berkepentingan masuk ke lingkungan sekolah untuk menggangu KBM.


BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan
Bidang garapan pengelolaan pendidikan di SD Negeri 3 Manonjaya mencakup pengelolaan kurikulum dan pembelajaran; pengelolaan kelas; pengelolaan peserta didik; pengelolaan sumber daya manusia; pengelolaan sarana dan prasarana; pengelolaan keuangan; pengelolaan hubungan sekolah dan masyarakat; pengelolaan konflik; pengelolaan sistem informasi; pengelolaan tata usaha; dan pengelolaan supervisi pendidikan
Semua garapan itu dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas SD Negeri 3 Manonjaya dalam mencapai mutu lulusan baik dan sesuai dengan tujuan pendidikan.
B. Saran
Sebagai mahasiswa calon guru harus benar-benar menguasasi dan memahami pengelolaan pendidikan sebagai bekal untuk terjun ke dunia pendidikan.

Sabtu, 26 Desember 2009

ORASI dan LITERASI dalam PENGAJARAN BAHASA

Kompetensi yang harus dikuasai oleh siswa pembelajaran bahasa mencakup empat aspek kemampuan berbahasa, yaitu menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Menyimak dan berbicara merupakan kemampuan berbahasa yang termasuk kedalam kemampuan orasi, sedangkan membaca dan menulis termasuk kedalam kemampuan literasi. Lalu apakah orasi dan literasi itu? Orasi adalah kemampuan berbahasa yang behubungan dengan lisan. Sedangkan literasi merupakan kemampuan berbahasa yang berhubungan dengan tulisan.
Kemampuan menyimak (orasi) dan kemampuan membaca (literasi) disebut kemampuan reseptif yaitu menerima pesan sedangkan kemampuan berbicara (orasi) dan kemampuan menulis (literasi) disebut kemampuan ekspresif yaitu menghasilkan pesan.

kemampuan berbahasa baik itu menyimak, berbicara, membaca, maupun menulis dilandasi oleh aspek berpikir. Teori Piaget mengemukakan bahwa, berpikir diperoleh terlebih dahulu lalu kemudian kemampuan berbahasa.

Fungsi-fungsi Bahasa dalam Hubungannya dengan Kiat Berbahasa
1. fungsi instrumental
Bahasa berfungsi untuk melayani kebutuhan manusia dalam mengelola lingkungan yang menyebabkan peristiwa-peristiwa tertentu terjadi. Dalam fungsi instrumental bahasa dapat menghasilkan kondisi tertentu, misalnya: "Cepat, kumpulkan PR kalian!" (kondisi yang tercipta adalah mengumpulkan PR); "Jangan biasakan terlambat datang ke sekolah!"(kondisi yang tercipta yaitu datang ke sekolah tepat waktu); "Buang sampah ini ke tempat sampah!(kondisi yang tercipta yaiyu membuang sampah pada tempatnya)". Kalimat biasanya berupa perintah atau larangan.
2. fungsi regulasi
Bahasa berfungsi untuk mengawasi atu megendalikan peristiwa-peristiwa seseorang. Hampir sama dengan fungsi instrumental, yang membedakannya yaitu sifat mengendalikan, menyuruh dan mengatur seseorang secara tidak langsung menjadi ciri dari fungsi regulasi. Contoh: "Jangan bolos, nanti kamu dihukum!"(fungsi instrumental), "Kalau kamu bolos, nanti kamu dihukum" (fungsi regulasi).
3. fungsi interaksional
Bahasa berfungsi untuk berkomunikasi dan berinteraksi sosial. Kalimat yang digunakan biasanya kalimat sapaan seperti "Selamat pagi, Pak Guru!"; "Tulisanmu bagus sekali!"; "Kapan tiba dari Bandung?".
4. fungsi personal
Bahasa berfungsi memberikan kesempatan kepada seseorang untuk mengekspresikan perasaannya. Pengungkapan pribadi oleh dirinya sendiri kepada orang lain ditandai dengan kalimat "Aku hebat!"; "Aku tidak bisa"; "Ayah, dia nakal" dll.
5.fungsi heuristik
Bahasa berfungsi untuk memperoleh pengetahuan dan seluk beluk lingkungan. Kalimat yang digunakan biasanya berupa pertanyaan, misalnya "Mengapa es terasa dingin?"; "mengapa adik menangis?" dll
6. fungsi imajanatif
Bahasa berfungsi memberikan kesempatan kepada seseorang untuk berekspresi melalui gagasan-gagasan yang bersifat imajinatif. Misalnya, menceritakan dongeng, membuat cerita atau puisi dari lamunan, bisa juga dari mimpi.
7. fungsi informasional dan representasional
Bahasa berfungsi untuk membuat pernyataan, menyampaikan fakta-fakta, menjelaskan, menginformasikan atau melaporkan realitas sebenarnya. Misalnya, " Air di sekitar gunung terasa hangat"; "Matahari itu panas"; "buaya itu tinggal di darat dan di air" dll.

-semoga bermanfaat-

Selasa, 22 Desember 2009

Rancangan Pembuatan Media Pembelajaran Di SD



      Media mempunyai peranan yang sangat penting dalam pembelajaran, untuk itu guru dituntut untuk memiliki kreatifitas yang tinggi. Namun perlu diperhatikan bahwa media yang digunakan harus tepat dengan kemampuan dan kebutuhan siswa. Untuk itu sebelum menggunakan media, perlu dirancang terlebih dahulu. Berikut contoh rancangan pembuatan media untuk tingkat sekolah dasar.
          




             Rancangan  Pembuatan Media Pembelajaran Di SD

            A.    Identitas
1.      Mata pelajaran                   : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
2.      Kelas/semester                  : 5/1
3.      Standar kompetensi          : - Mengidentifikasi fungsi organ tubuh pada                   manusia
4.      Kompetensi dasar                         : - Mengenal fungsi organ pernafasan pada manusia
5.      Indikator                           :
a)      mengenal organ paru-paru
b)      menjelaskan proses pernafasan pada paru-paru
c)      membuat model alat pernafasan manusia dan mendemonstrasikannya
6. Tujuan                                 :
a) siswa dapat mengetahui dan menunjukan saluran pernafasan pada manusia
b)  siswa memahami proses pernafasan pada manusia saat menghisap dan menghembuskan udara
c) siswa mampu membuat model paru-paru sederhana untuk memahami cara kerja paru-paru.
7.   Materi pokok                     : Alat pernafasan manusia
B.     Nama media                            : Model Pernafasan Paru-paru Sederhana
C.     Alat dan bahan                        :  
·         Botol transparan
·         Balon 3buah
·         Selang
·         Lakban
·         Pipa T
·         Gunting
D.    Langkah-langkah :
a.       Ambil botol yang telah di kosongkan dan dibersihkan, lalu hilangkan bagian alas botol ± 1 cm.
b.      Lubangi tutup botol sesuai dengan diameter selang.
c.       Sambung salah satu ujung pipa T -yang dibalikan- dengan selang.
d.      Pasang balon di ujung kiri dan ujung kanan pipa T, ikat!
e.       Masukan rangkaian balon, pipa T, dan  selang ke dalam botol.
f.       Ambil balon yang baru lalu gunting bagian atas balon, ± 2 cm dari lubang.
g.      Tutup bagian alas botol dengan balon yang telah dipotong tadi.
h.      Rekatkan dengan lakban namun jangan terlalu kencang.
E.     Cara penggunaan :
a.       Tarik balon di bagian alas.
b.      Amati kedua balon dalam botol, perhatikan perubahan yang terjadi!
c.       Reaksi yang terjadi merupakan proses pernafasan pada paru-paru
semoga bermanfaat..