Ya Allah, Engkau melukis langit dengan guratan senja..begituu indah..
seindh Engkau membingkai hatiku dengan ukiran cinta kepada seorang Adam..
Namun, keindahan yg tk dpt ku sentuh, tk dpt ku gpai, hnya dpt ku resapi dg asa dLm hati..
kindhan senja adLh prtmuan antra siang n mlam..
prtmuan siang n mLm yg tk prnh dpt mnyatu..
kindhan senja bagaikn pertemuan cnta aku n dia..
prtmuan antra dua insan yg tk dpt mnyatu..
dua insan yg hanya memiliki harapn yg kuat akn takdirmu..
Ya Allah, ridho kah jika rsa ini ku miliki??
Kau mmbiarknnya ada, n ku tak kuasa untk mngabaikannya..
Ya Allah, jka mmng rasa ini Engkau ridhoi..
satuknLah dua insan ini..
Hamba yakin Engkau kuasa atas sgLa sesuatu..
sbgaimna Engkau kuasa mnyatukn siang n mlam..
Tampilkan postingan dengan label Coretanku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Coretanku. Tampilkan semua postingan
Minggu, 11 Juli 2010
Pagi menjelang menyambut lembut sejuknya..
Mencoba menyapa meski dia tak bicara..
Embunnya membelai seolah bangunkanmu dari mimpi yang memeluk..
Mencoba memberimu arti tegar dalam jalur kehidupan..
Wahai kau kasihku..
Meski kita sulit bersama menyatukan cinta..
Seolah tak ada ruang yang sedia dan tak ada waktu yang mengiringi..
Kau kan selalu tetap ada di hati ini..
Dan mesti kau tahu, kaulah cinta terindah dan terlama yang ada dalam kalbuku..
by: YNN
(11072010:060430)
Mencoba menyapa meski dia tak bicara..
Embunnya membelai seolah bangunkanmu dari mimpi yang memeluk..
Mencoba memberimu arti tegar dalam jalur kehidupan..
Wahai kau kasihku..
Meski kita sulit bersama menyatukan cinta..
Seolah tak ada ruang yang sedia dan tak ada waktu yang mengiringi..
Kau kan selalu tetap ada di hati ini..
Dan mesti kau tahu, kaulah cinta terindah dan terlama yang ada dalam kalbuku..
by: YNN
(11072010:060430)
Terlintas malam aku berpijak..
Teringat harapan yang kekal ku miliki..
Suaramu menemaniku, manis kurasa menyentuh kalbu ini..
Beriku ketenangan hati dalam gelap sang malam..
Mengubah hati yang pilu kembali menuju arti sebuah keindahan..
Suaramu kurasa bagai penyejuk pengantar mimpi indahku malam ini
by: YNN
(10072010:112507PM)
Teringat harapan yang kekal ku miliki..
Suaramu menemaniku, manis kurasa menyentuh kalbu ini..
Beriku ketenangan hati dalam gelap sang malam..
Mengubah hati yang pilu kembali menuju arti sebuah keindahan..
Suaramu kurasa bagai penyejuk pengantar mimpi indahku malam ini
by: YNN
(10072010:112507PM)
Ketika malammu terasa manjadi malamku..
Suasana bahagia ku dapati,
Karena kurasa kau begitu dekat..
Ku mencoba bahagia disaat-saat terakhir yang sebetulnya tak ku harapkan benar terjadi.
Yang terpenting bagi kita, saling belajar membenahi hati mencari sebuah arti keikhlasan.
JUJUR ..itu berat ..
Senandung lagu kunyanyikan, tuk menuntunmu kedalam lelapnya mimpi.
Saling berharap dannselalu berharap tentang sebuah titik keindahan..
Mudah-mudahan bukan hanya sebagai suara hati semata..amiin
by: YNN
(09072010:103746)
Suasana bahagia ku dapati,
Karena kurasa kau begitu dekat..
Ku mencoba bahagia disaat-saat terakhir yang sebetulnya tak ku harapkan benar terjadi.
Yang terpenting bagi kita, saling belajar membenahi hati mencari sebuah arti keikhlasan.
JUJUR ..itu berat ..
Senandung lagu kunyanyikan, tuk menuntunmu kedalam lelapnya mimpi.
Saling berharap dannselalu berharap tentang sebuah titik keindahan..
Mudah-mudahan bukan hanya sebagai suara hati semata..amiin
by: YNN
(09072010:103746)
Rabu, 23 Juni 2010
Setiap Wanita Cantik
Seorang anak laki-laki bertanya kepada ibunya "Mengapa engkau menangis?""Karena aku seorang wanita," dia berkata kepada anaknya."Aku tidak mengerti," jawab anak laki-laki tersebut. Sang ibu memeluk anaknya dan berkata "Dan kau tidak akan pernah mengerti"Kemudian anak laki-laki tersebut bertanya kepada ayahnya "Mengapa ibu menangis tanpa ada alasan?""Semua wanita menangis tanpa ada alasan," hanya itu yang bisa dikatakan ayahnya.
Anak laki-laki itu tumbuh dan menjadi seorang laki-laki dewasa, dan tetap merasa heran mengapa wanita menangis.Akhirnya dia menelepon Tuhan, dan ketika sudah terhubung, dia bertanya, "Tuhan, mengapa wanita begitu mudah menangis?"
Tuhan berkata "Aku menciptakan wanita istimewa.Aku menciptakan baginya bahu yang kuat untuk memikul beban dunia, tapi begitu lembut sehingga dapat memberikan kenyamanan."
"Aku memberinya kekuatan untuk melahirkan dan menahan penolakan yang kerap muncul dari anak-anaknya"
"Aku memberinya keteguhan yang membuatnya dapat tetap bertahan di saat semua orang sudah menyerah, dan tetap memperhatikan keluarganya tanpa mengeluh saat sedang lelah maupun sakit.""Aku memberinya kepekaan untuk mencintai anak-anaknya dalam keadaan apapun, meskipun mereka menyakitinya."
"Aku memberinya kekuatan untuk bisa memaklumi kesalahan-kesalahan suaminya, menciptakannya dari tulang rusuk suaminya untuk melindungi hatinya"
"Aku memberinya kearifan untuk mengetahui bahwa seorang suami yang baik tidak akan pernah menyakiti istrinya, tetapi kadang-kadang menguji kekuatan dan ketetapan hatinya untuk tetap teguh mendampingi suaminya"
"Dan akhirnya, Aku memberinya air mata untuk dicurahkan. Ini khusus miliknya untuk digunakan kapanpun diperlukan."
"Kau lihat: Kecantikan seorang wanita tidak terletak pada pakaian yang dikenakannya, penampilan fisiknya, atau cara dia menyisir rambutnya."
"Kecantikan seorang wanita dapat dilihat melalui matanya, karena mata adalah pintu menuju hatinya, tempat dimana cinta bersemayam."
Setiap Wanita Cantik
Setiap Wanita Cantik
Sabtu, 06 Februari 2010
Senyum Sang Kakek
Hari itu memang cukup melelahkan untukku. Ibuku pergi bersama adiku untuk menjenguk ayah yang bekerja di luar kota. Terpaksa semua pekerjaan rumah aku yang mengerjakan. Setelah selesai merapikan dan membersihkan rumah, kemudian aku lanjutkan untuk mencuci pakaian. Pagi itu rasanya terlalu cera, sengatan panas matahari serasa menusuk-nusuk kulit kepalaku, tapi apa boleh buat semua pekerjaan harus selesai ku kerjakan saat itu juga.
"Alhamdulillah, cucianku telah bersih kini tinggal ku jemur" ucapku. Pagi itu rasanya terlalu cerah, sengatan panas matahari serasa menusuk-nusuk kulit kepalaku, tapi apa boleh buat semua pekerjaan harus selesai ku kerjakan saat itu juga. ku jemur pakaian ku satu persatu, keringat mengucur deras. ingin rasanya cepat menyelesaikan pekerjaan yang lain dan beristirahat. Tiba-tiba kakeku memanggilku, "Ya, ada nasi yang ga dimakan?". Aku sudah tahu maksudnya, karena sudah biasa aku memberikan sisa nasi untuk makan ayam-ayam kakek. "ya ada kek, sebentar aku ambilkan". Entahlah perasaanku saat itu sangat jengkel, mungkin karena kesibukanku terganggu. Tapi aku berusaha menahan ekspresi jengkelku kepada kakek. Ku berikan sisa nasi itu kepada kakek, lalu dia mengambilnya, belum langkahku terhenti aku disuruhnya kembali untuk mengambil wadah nasinya. aku pun dengan spontan kembali menghampiri kakek untuk mengambil wadah nasi itu, hanya saja ekspresi kekesalanku sudah tak dapat aku sembunyikan lagi. Kakek melihatku, aneh biasanya kakek akan marah jika cucunya bersikap seperti itu tapi kini ia hanya tersenyum meski wajahku tetap cemberut sinis. Selesailah aku menjemur pakaian, teringat kejadian tadi aku menyesal telah berbuat tidak sopan pada kakek. "Astagfirullah" , ucapku dalam hati.
Tiga hari kemudian aku mengikuti acara LKM di kampus, ketika sedang mendengarkan penyajian materi dari dosen. tiba-tiba tetanggaku menelponku. Tak biasanya pikirku, ku acuhkan saja telpon dari mereka. Handphoneku bergetar lagi, ku lihat ada pesan singkat dari tetanggaku, isinya menyuruhku untuk cepat pulang. Deg!!! hatiku sedikit was-was, ada apa pikirku semakin bertanya-tanya. Ku balas pesan itu "ada apa, aku sedang ada kegiatan di kampus". Hp ku bergetar lagi, balasan dari tetanggaku isinya : kakekmu meninggal, pulanglah agar kamu bisa melihatnya dulu sebelum beliau dikuburkan. Seketika air mataku tak tertahan lagi, semua penyesalan kian menggores perih di hati.
Ingin ku putar waktu, dan membalas senyum terakhirnya padaku. teringat semua tentang kakek, ketika ia datang ke rumah untuk meminta sisa nasi, gula, teh, atau hanya ingin melihat keadaanku. Tapi aku acuhkan ia, yang lebih membuatku sedih adalah ketika ia bersandar di depan pintu untuk memulihkan tenaganya setelah berjalan ke rumahku, aku malah membuka pintu itu dengan keras hingga ia kaget dan hampir terjatuh. Meskipun aku tidak tahu ada kakek disitu, tapi aku sangat merasa bersalah, aku tak sanggup melihat ekspresinya yang tetap memberiku senyuman.
Aku rindu kakek, aku ingin memegang tangannya, menuntunnya, membantunya berjalan ketika ia ke rumahku. Aku ingin membalas senyuman kakek. Tak akan ku biarkan senyuman itu menggores perih sedalam ini, inikah yang kakek rasa ketika aku tak membalas senyummu.Takan pernah ku ulangi lagi, ini pelajaran berharga untukku kek. Kini kurasakan betapa mahalnya kesempatan jika semua telah berlalu.
"Alhamdulillah, cucianku telah bersih kini tinggal ku jemur" ucapku. Pagi itu rasanya terlalu cerah, sengatan panas matahari serasa menusuk-nusuk kulit kepalaku, tapi apa boleh buat semua pekerjaan harus selesai ku kerjakan saat itu juga. ku jemur pakaian ku satu persatu, keringat mengucur deras. ingin rasanya cepat menyelesaikan pekerjaan yang lain dan beristirahat. Tiba-tiba kakeku memanggilku, "Ya, ada nasi yang ga dimakan?". Aku sudah tahu maksudnya, karena sudah biasa aku memberikan sisa nasi untuk makan ayam-ayam kakek. "ya ada kek, sebentar aku ambilkan". Entahlah perasaanku saat itu sangat jengkel, mungkin karena kesibukanku terganggu. Tapi aku berusaha menahan ekspresi jengkelku kepada kakek. Ku berikan sisa nasi itu kepada kakek, lalu dia mengambilnya, belum langkahku terhenti aku disuruhnya kembali untuk mengambil wadah nasinya. aku pun dengan spontan kembali menghampiri kakek untuk mengambil wadah nasi itu, hanya saja ekspresi kekesalanku sudah tak dapat aku sembunyikan lagi. Kakek melihatku, aneh biasanya kakek akan marah jika cucunya bersikap seperti itu tapi kini ia hanya tersenyum meski wajahku tetap cemberut sinis. Selesailah aku menjemur pakaian, teringat kejadian tadi aku menyesal telah berbuat tidak sopan pada kakek. "Astagfirullah" , ucapku dalam hati.
Tiga hari kemudian aku mengikuti acara LKM di kampus, ketika sedang mendengarkan penyajian materi dari dosen. tiba-tiba tetanggaku menelponku. Tak biasanya pikirku, ku acuhkan saja telpon dari mereka. Handphoneku bergetar lagi, ku lihat ada pesan singkat dari tetanggaku, isinya menyuruhku untuk cepat pulang. Deg!!! hatiku sedikit was-was, ada apa pikirku semakin bertanya-tanya. Ku balas pesan itu "ada apa, aku sedang ada kegiatan di kampus". Hp ku bergetar lagi, balasan dari tetanggaku isinya : kakekmu meninggal, pulanglah agar kamu bisa melihatnya dulu sebelum beliau dikuburkan. Seketika air mataku tak tertahan lagi, semua penyesalan kian menggores perih di hati.
Ingin ku putar waktu, dan membalas senyum terakhirnya padaku. teringat semua tentang kakek, ketika ia datang ke rumah untuk meminta sisa nasi, gula, teh, atau hanya ingin melihat keadaanku. Tapi aku acuhkan ia, yang lebih membuatku sedih adalah ketika ia bersandar di depan pintu untuk memulihkan tenaganya setelah berjalan ke rumahku, aku malah membuka pintu itu dengan keras hingga ia kaget dan hampir terjatuh. Meskipun aku tidak tahu ada kakek disitu, tapi aku sangat merasa bersalah, aku tak sanggup melihat ekspresinya yang tetap memberiku senyuman.
Aku rindu kakek, aku ingin memegang tangannya, menuntunnya, membantunya berjalan ketika ia ke rumahku. Aku ingin membalas senyuman kakek. Tak akan ku biarkan senyuman itu menggores perih sedalam ini, inikah yang kakek rasa ketika aku tak membalas senyummu.Takan pernah ku ulangi lagi, ini pelajaran berharga untukku kek. Kini kurasakan betapa mahalnya kesempatan jika semua telah berlalu.
Langganan:
Postingan (Atom)